• Tanggal Sekarang

  • Web Stats

    • 42,889 Pengunjung
  • Alamat Redaksi

    Jl. K.H. Wahid Hasyim No.06 Gresik Jawa Timur
    Tlp. 031-71221272

    e-mail :
    pecinta_kyai_dachlansalim@
    yahoo.com

  • Pengunjung

    free counters Mulai 29 Sept 2010
  • Tamu Ikhbar Qiraati

    free counters

    Sejak Kamis, 30 Sept. 2010

BENARKAH QIRAATI MASTER LEARNING ?


Mari kita kaji Apa dan bagaimana Master Learning

  1. Konsep Belajar Tuntas

Master learning (Belajar tuntas) adalah proses belajar mengajar yang bertujuan agar bahan ajaran dikuasai secara tuntas, artinya dikuasai sepenuhnya oleh siswa. Qiraati mengaplikasikannya dengan  tidak akan menaikkan halaman, menaikkan jilid dan seterusnya bila anak belum menguasai secara tuntas. Belajar tuntas ini merupakan strategi pembelajaran yang diindividualisasikan dengan menggunakan pendekatan kelompok (group based approach).

2. Dasar-dasar Belajar Tuntas

    Landasan konsep dan teori belajar tuntas ( Mastery Learning Theory ) adalah pandangan tentang kemampuan siswa yang dikemukakan oleh John B. Carroll pada tahun 1963 berdasarkan penemuannya yaitu “Model of School Learning” yang kemudian dirubah oleh Benyamin S. Bloom menjadi model belajar yang lebih operasional. Selanjutnya oleh James H. Block model tersebut lebih disempurnakan lagi.

    Sedangkan menurut Carroll bakat atau pembawaan bukanlah kecerdasan alamiah, melainkan jumlah waktu yang diperlukan oleh siswa untuk menguasai suatu materi pelajaran tertentu. Benyamin melaksanakan konsep belajar tuntas itu ke dalam kelas melalui proses belajar mengajar pelaksanaaannya sebagai berikut :

    1. Bagi satuan pelajaran disediakan waktu belajar yang tetap dan pasti.
    2. Tingkat penguasaan materi dirumuskan sebagai tingkat penguasaan tujuan pendidikan yang essensial.

    Untuk lebih menggalakkan konsep belajar tuntas James H. Block mencoba mengurangi waktu yang diperlukan untuk mempelajari suatu materi pelajaran di dalam waktu yang tersedia, yaitu dengan cara meningkatkan semaksimal mungkin kualitas pengajaran. Jadi pelaksanaan oleh James H Block mengandung arti bahwa :

    1. Waktu yang sebenarnya digunakan, diusahakan diperpanjang semaksimal mungkin.
    2. Waktu yang tersedia diperpendek, sampai semaksimal mungkin dengan cara memberikan pelayanan yang optimal dan tepat.

    Alokasi waktu yang dirumuskan Qiraaty meliputi dua kategori, yaitu kategori waktu keseluruhan (target waktu 2 tahun khatam yang di spesifikasikan ke dalam kelas atau jilid), dan kategori waktu harian (pembelajaran  sehari selama + 1 jam).

    3. Strategi Belajar Tuntas

      Benyamin S. Bloom (1968) di dalam kertas kerjanya “learning for mastery theory and practice” mengembangkan atau mengoperasionalkan “model of school learning” konsep John B Carroll (1963). Pengembangan itu berupa penyusunan suatu strategi belajar tuntas dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.

      Pada pokoknya satrategis itu ialah “jika kepada siswa diberikan waktu yang cukup (sufficient) dan mereka diperlakukan secara tepat (appropriate treatment), maka mereka akan mampu dan dapat belajar sesuai dengan tuntutan dan sasaran (obyektives) yang diharapkan”.

      Pelayanan Optimal KBM Metode Qiraati diwujudkan dalam bentuk memberikan keleluasaan (tidak menghambat) terhadap perkembangan santri yang menguasai materi sebelum habis target waktu yang ditentukan dan memberikan perhatian dan pelayanan yang lebih bagi santri yang belum mencapai target materi dan waktu yang telah ditentukan.

      Selanjutnya menurut Bloom beberapa implikasi belajar tuntas dapat disebutkan sebagai berikut :

      1. Dengan kondisi optimal, sebagian besar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara tuntas (mastery learning).
      2. Tugas guru adalah mengusahakan setiap kemungkinan untuk menciptakan kondisi yang optimal, meliputi waktu, metode, media dan umpan yang baik bagi siswa.
      3. Yang dihadapi guru adalah siswa-siswa yang mempunyai keanekaragaman individual. Karena itu kondisi optimal mereka juga beraneka ragam.
      4. Perumusan tujuan instruksional khusus sebagai satuan pelajaran mutlak diperhatikan (Visi dan Misi per jilid), agar supaya para siswa mengerti hakikat tujuan dan proses belajar.
      5. Bahan pelajaran dijabarkan dalam satuan-satuan pelajaran yang kecil-kecil dan selalu diadakan pengujian awalpada permulaan pelajaran (Membaca Klasikal Peraga Awal) dan penyajian akhir pada akhir satuan akhir pelajaran (Membaca buku dan Klasikal Peraga Akhir)
      6. Diusahakan membentuk kelompok-kelompok yang kecil (kelompok sesuai dengan persamaan jilid ) yang dapat berteman secara teratur sehingga dapat saling membantu
      7. dalam memecahkan kesulitan-kesulitan belajar siswa secara efektif dan efisien.
      8. Sistem evaluasi berdasarkan atas tingkat penguasaan tujuan instruksional khusus bagi materi pelajaran yang bersangkutan (Adanya pola penilaian kelayakan kenaikan halaman, kenaikan jilid, dan kelayakan kelulusan)

      4. Ciri-ciri belajar/mengajar dengan prinsip Belajar Tuntas

      Pada dasarnya ada enam macam ciri pokok pada belajar/mengajar dengan prinsip belajar tuntas, yaitu :

      1. Berdasarkan atas tujuan instruksional yang hendak dicapai yang sudah ditentukan lebih dahulu (Target penguasaan materi per jilid)
      2. Memperhatikan perbedaan individu siswa (asal perbedaan) terutama dalam kemampuan dan kecepatan belajarnya
      3. Menggunakan prinsip belajar siswa aktif (Untuk materi pokok, guru memberikan contoh bacaan pada santri sebagai musyafahah, dan pada halaman latihan, guru tidak menuntun bacaan, teliti, waspada, dan tegas sedangkan santri dioptimalkan membaca lancar, cepat, tepat dan benar)
      4. Menggunakan satuan pelajaran yang kecil
      5. Menggunakan system evaluasi yang kontinyu dan berdasarkan atas kriteria , agar guru maupun siswa dapat segera memperoleh balikan
      6. Menggunakan program pengayaan dan program perbaikan (Membaca Klasikal Peraga Akhir sebagai evaluasi yangkontinyu dan program pengayaan)

      5.  Variabel-variabel Belajar Tuntas

        1. Bakat siswa (aptitude) : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada korelasi yang cukup tinggi antara bakat dengan hasil pelajaran
        2. Ketekunan belajar (perseverance) : Ketekunan erat kaitannya dengan dorongan yang timbul dalam diri siswa untuk belajar dan mengolah informasi secara efektif dan efisien serta pengembangan minat dan sikap yang diwujudkan dalam setiap langkah instruksional.
        3. Kualitas pembelajaran (quality of instruction) : Kualitas pembelajaran merupakan keadaan yang mendorong siswa untuk aktif belkajar belajar dan mempertahankan kondisinya agar tetap dalam keadaan siap menerima pelajaran.Kualitas pembelajaran ditentukan oleh kualitas penyajian, penjelasan, dan pengaturan unsure-unsur tugas belajar

      Kesempatan waktu yang tersedia (time allowed for learning) : Penyediaan waktu yang cukup untuk belajar dalam rangka mencapai tujuan instruksional yang ditetapkan dalam suatu mata pelajaran, bidang studi atu pokok bahasan yang berbeda-beda sesuai dengan bobot bahan pelajaran dan tujuan yang ditetapkan.

      Responden Pasuruan

      Kami tunggu tanggapan dan paparan ikhwan-akhowaty pecinta KH. Dachlan Salim Zarkasyi

      Iklan

      16 Tanggapan

      1. QIRAATI merupakan metode yang menjanjikan hasil yang baik, krn anak banyak yg khotam masih dalam usia balita. hal ini bisa dilihat dr sitem pendidikan dan sistem evaulasi dan monetoring baik santri dan lebih-lebih pada para guru-gurunya.

      2. good. mugo tetep exis sak lawase

      3. Semoga Amanah Beliau KH. Dachlan Salim Zarkasyi tetap terjaga sepanjang masa amiin

      4. Amiiin…. amieen…. ya mujibassaa’iliiin….

      5. Saya yakin sekali, kalau pembelajaran yang digunakan para guru Qiraati sesuai aturan-aturan yang ada di qiraati maka Pembelajaran Qiraati lebih dari Sekedar Master Learning… artinya Pembelajaran yang benar-benar Tuntas tas tas tas tanpa sisa sedikitpun

      6. Berdasarkan pengalaman lapangan, semakin kecil anak interaksi aktif dg Al Qur’an, kecerdasan semakin baik karena simpul2 otak semakin rutin mendapat impuls/ rangsangan. Pembelajaran yang benar berbanding lurus dg kecerdasan.

      7. Setuju bngt.

      8. so… pasti mastery learning kalo g mana mungkin ada anak kecil-kecil dah khotam alquran dengan murottal mujawwad

      9. Ass. Mohon bantuan bagaimana cara saya untuk bisa mendapatkan buku metode pengajaran Qiraati. Penting. Jika ada akhi dan ukhi yang mempunyai judul buku tersebut mohon di sms ke saya 085240976887. Wasssalam

      10. terima ksih wahai guru2q, smoga ilmu yg kau berikan bermanfaat
        bagiku

      11. apakah korcam boleh melanggar metode-metode dari qiraati

      12. Reblogged this on Naneyan's Blog.

      13. AllahuAkbar…AllahuAkbar…AllahuAkbar…
        Maha besar Allah SWT dengan apa telah diciptakan-Nya.
        Jaya dan sukses selalu untuk QIRAATI…
        dan semoga semakin BAROKAH tur BAROKAHI..lan MANFAAT tur MANFAATI..Aamiin…Aamiin…Aamiin…
        Mugi Paringi sehat dan kuat selalu untuk beliau-beliau poro Bopo GURU..
        ngapunten sampun lancang koment nya…
        maturnuwon sanget untuk ilmu lan pengetahuannya…

      14. Qiraati…tu bgmn ce?
        Sama Gak dg Metode yg beredar dikalangan masyarakat……….

      15. al hamdulillah di kudus pernah dikritik mbahku (mbah dachlan) sekarang sudah berkembang baik, berkat bimbingan mbahku iku

      16. pa bakar mbk rini?kalo tanya dari awal sebenarnya za, qira’ati tu apa ce?gtu…kalo dah tahu apa itu qiraari, lalu bagaimana ce..gitu donkk. qiraati za yang beredar di masyarakat itu, tapi juga hati2 bukunya ada ciri2 khusus, ok

      Tinggalkan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      Logo WordPress.com

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

      Gambar Twitter

      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

      Foto Facebook

      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

      Foto Google+

      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

      Connecting to %s

      %d blogger menyukai ini: